Fitting pipa adalah istilah umum untuk komponen-komponen yang berperan dalam menyambung, mengendalikan, mengubah arah, mengalihkan, menyegel, menopang, dan lain-lain dalam sistem perpipaan, terutama meliputi siku, tee, reduksi, flensa, kepala, dan jenis lainnya.
Pengertian dan Fungsi Fitting Pipa
Pemasangan pipa merupakan komponen penting dalam sistem perpipaan, dengan fungsi inti antara lain menyambung pipa, mengubah arah aliran (seperti siku), mengalihkan (seperti tee), mengatur diameter pipa (seperti reduksi), antarmuka penyegelan (seperti flensa), dan struktur pendukung pipa.
Jenis dan kegunaan utama
Perlengkapan penghubung.
Flange: Digunakan untuk sambungan yang dapat dilepas, memudahkan pemasangan dan pemeliharaan.
Perlengkapan berulir: Penyegelan dicapai dengan mengencangkan benang, cocok untuk sistem tekanan rendah.
Perlengkapan pengarah dan pengalih.
Siku: Dibagi menjadi sudut 45°, 90°, dll., digunakan untuk mengubah arah saluran pipa dan dapat dibuat melalui proses pengelasan atau pencetakan.
Tiga arah/empat arah: untuk mencapai pengalihan atau konvergensi pipa, seperti tee berdiameter sama atau tee diagonal.
Diameter variabel dan alat kelengkapan penyegelan.
Pipa pereduksi (kepala besar dan kecil): Menyambungkan pipa dengan diameter berbeda, biasa digunakan pada sistem uap atau drainase.
Head/Blind Plate: Ujung pipa tertutup atau pipa isolasi sementara, pelat buta dapat dibagi menjadi penutup flensa dan tipe plug-in.
Keahlian khusus dan desain inovatif
Beberapa alat kelengkapan pipa mengadopsi penempaan bertekanan tinggi (seperti siku baja paduan) atau teknologi yang dipatenkan (seperti alat kelengkapan pipa jenis penjepit dengan fungsi pendeteksi kebocoran air) untuk memenuhi kondisi kerja tertentu.